Trip: Kota Suci Lourdes, France

4:29 PM

Jumat, 20 September 2013

Lourdes
Kota yang diidam-idamkan oleh para umat Katolik dan merupakan tempat ziarah Katolik terbesar di Perancis, walau aku pribadi bukan umat Katolik tapi aku termasuk yang sedikit terhanyut dengan betapa tenangnya kota ini. Terletak di kaki pegunungan Pyrenees membuat udaranya cenderung sejuk. Setibanya di stasiun seperti biasa langsung book tiket kereta untuk besoknya ke Paris seharga €95. Yang langsung dilanjut dengan perjalanan ke hotel Lutetia untuk menaruh barang dan istirahat sejenak. Yak waktunya lanjut ke tujuan utama kami dan juga semua orang yang ke Lourdes, Sanctuary of Our Lady of Lourdes.

Awan gelap mulai menggelayut, semoga tidak turun hujan dulu
Perjalanan menuju ke Sanctuary
Tidak perlu berjalan jauh setelah melewati sederetan toko souvenir dan makanan tibalah kami di Sanctuary of Our Lady of Lourdes yang semacam komplek besar berisi gereja-gereja. Pemandangan pertama yang menyambut kami adalah sebuah gereja besar yang menjulang tinggi dan megah layaknya istana di kisah-kisah Disney.
Ini yang namanya Rosary Basilica (depan) dan Upper Basilica (di atasnya)
Eksterior Rosary Basilica dari dekat, dihiasi dengan mural yang didominasi dengan warna emas
Interior Rosary Basilica dipenuhi oleh turis maupun umat yang khusus datang untuk berdoa karena memang terbuka untuk umum
Bangunan pertama yang kami masuki adalah Rosary Basilica yang ternyata dibangun belakangan bila dibandingkan dengan Upper Basilica yang menjulang tinggi di belakangnya. Arsitektur Rosary lebih melebar dan kokoh berhiaskan mahkota emas di puncak kubahnya sedangkan Upper lebih ramping dan menjulang tinggi. Upper Basilica sendiri dibangun di atas Crypt (gereja pertama yang dibangung di area ini). Sedangkan di bawah tanah juga didirikan gereja yang bernuansa lebih modern dengan kapasitas yang jauh lebih besar untuk antisipasi membludaknya umat di musim ziarah, Basilica St. Pius X atau lebih dikenal dengan Underground Basilica. Yang kemudian disusul dengan pendirian kapel-kapel kecil dan juga gereja St. Bernadette di area ini. Selain itu tidak jauh dari Basilica terdapat Gua Maria karena pernah ada penampakan Bunda Maria di sini yang menyampaikan untuk meminum air dari mata air, untuk memanggil pendeta dan mendirikan kapel di sini, dan terakhir supaya umat-umat melakukan prosesi di sini. Penampakan itu sekaligus menjadi awal mula berdirinya area suci di Lourdes ini.

Semacam becak untuk mengangkut lansia dan yang sakit sering kita jumpai di sini, konon air Lourdes bisa membawa mujizat penyembuhan
Para umat yang antri untuk masuk ke gua Maria untuk berendam di mata air suci Lourdes (pastikan bawa baju ganti ya kalau memang niat ke sini)
Botol-botol kaca yang dijual tanpa penjaga-nya cukup berdasarkan kesadaran saja ya, aku beli beberapa botol lumayan bagus sebagai oleh-oleh air suci Lourdes buat teman-temanku yang Katolik.
Selain botol kaca, ada juga lilin dan dispenser koin bergambar santo-santo Katolik untuk yang suka koleksi.
Naik ke atas dari samping untuk mencapai ke Upper Basilica, gerimis tipis sudah mulai turun yang membuat cuaca makin sejuk gimana gitu
Interior Upper Basilica, arsitektur yang umum kita temui pada Basilica di Perancis
Setor muka dulu ah, mejeng di depan Upper Basilica, tepat di balik kubah mahkota emasnya Rosary Basilica (difotokan oleh Leny)
Setelah puas mengagumi arsitektur dari Basilica di sini, sembari menunggu teman kami yang mengantri masuk ke Gua Maria kamipun berkeliling ke pertokoan sekitar sambil mencari pengganjal perut dan kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap untuk mengikuti prosesi di Sanctuary malam harinya.

€1 saja untuk roti kismis ini, ukurannya lumayan besar dan cukup mengenyangkan
Malam harinya kamipun kembali menuju Sanctuary untuk mengikuti prosesi penyalaan obor. Pertokoan yang kami lewati pun serentak ramai menjajakan lilin-lilin, yang merupakan salah satu alat untuk turut berpartisipasi dalam prosesi yang akan kami hadiri. Teman-teman yang Katolik pun turut membeli. Saat kami tiba, Rosary Square sudah penuh dengan arak-arakan patung Bunda Maria yang diikuti oleh para umat yang membawa lilin di belakangnya sambil mengumandangkan puji-pujian Lourdes dalam berbagai bahasa. Walau tidak membawa lilin aku dan temanku tetap ikutan saja di barisan, tidak lama kemudian ada beberapa ibu-ibu yang menghampiri kami dan menawarkan lilin mereka ke kami dan akhirnya kami terima juga setelah coba menolak dan disodorkan lagi untuk menghargai niat baik mereka dan mengucapkan terima kasih (indahnya berbagi, karena niat baik tidak perlu kenal bahasa, ras dan agama).  Setelah arak-arakan mencapai depan Basilica, prosesi ini pun diakhiri dengan pemberkatan. Prosesi ini diadakan setiap hari jam 9 malam dan terbuka untuk umum. Selain prosesi ini juga ada prosesi untuk kesembuhan yang diadakan setiap hari jam 5 sore.

Patung Bunda Maria yang sedang diarak
Engkau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau mengganti, sanggupkah kau memberi... seberkas cahaya
Ribuan lilin akhirnya mencapai akhir tujuan dan prosesi pun berakhir
Sebelum kembali ke hotel, kami sempatkan mampir ke Underground Basilica dulu. Interior-nya jauh lebih modern dibandingkan dengan gereja-gereja pendahulunya, salah satu nilai lebihnya adalah daya tampung umat yang luar biasa besar
Sepanjang selasar samping Underground Basilica dipenuhi dengan lukisan dari para Santo, salah satunya Saint Jeanne d'Arc
Hari sudah larut malam, saatnya kembali ke hotel untuk beristirahat dan isi energi untuk lanjut perjalanan ke kota berikutnya. Jantungnya negeri Perancis, kota yang digadang-gadang paling romantis, Paris... Tidak sabar menunggu besok rasanya, sampai jumpa di kota Paris ^.^

Sarapan Napolitan dulu sebelum lanjut perjalanan ke Paris... here I come!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

FLASHBACK

Trip: Tomb Visits, Paris Day 4

Selasa, 24 September 2013 Paris Père Lachaise Cemetery Kunjungan pertama hari ini agak beda dari biasanya, yaitu ke kuburan. Ich kok jalan-j...